Prof. Dr. Jamhari Makruf adalah Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Bidang Ilmu Antropologi yang diraih pada 2014. Saat ini ia aktif mengajar sebagai dosen di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak 2001-2006, menjabat sebagai Direktur PPIM UIN Jakarta. Saat ini terlibat sebagai Associate Senior Advisor di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia (PSIK-Indonesia).

Selulus dari Pesantren Pabelan Muntilan, Magelang pada 1985, ia melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan meraih gelar sarjana pada 1990. Mengantungi gelar Magister Antropologi dari Department of Anthropology and Archaeology, Faculty of Arts, The Australian National University (1996), dan mendapatkan gelar Doktor di bidang Antropologi dari Research School of Pacific and Asian Studies (RSPAS), The Australian National University (2000).

Ia memperoleh banyak grants and awards, di antaranya: Visiting Fellow 2014, The University of Melbourne, Research Grant from Japan ASEAN Integrative Fund 2008-2011, Research Grant From Japan Science Research Program 2005-2008, Finalist Best Australian Alumni, The Embassy of Australia in Jakarta 2008, Asian Leaders Fellowship Program, Japan Foundation 2004, PhD Scholarship from AUSAID di the Australian National University 1995-1999, MA Scholarship from AUSAID at the Australian National University, 1993-1995, dan The Best Graduates of IAIN Jakarta tahun 1990.

Beberapa karya berupa buku maupun artikel antara lain: “Introduction to Islam” dan “Ziarah Tradition” dalam James Fox (Ed.), Religion and Ritual, Indonesian Heritage Series, Archipelago Press 1998;  “New Trend of Islamic Education” Studia Islamika, vol 16, no 2, 2009; “Islamic Legal Education in Indonesia: Tradition and Transition” with Jemma Parson in Legal Eduation in Asia, Stacey Steele and Kathryn Taylor, Routledge Law in Asia, 2010; “Perception and attitudes toward Terrorism in a Muslim Majority Country,” dalam Asian Social Science Journal, the Canadian Center of Science and Education, Vol. 8, no 4, 2012; dan Perubahan IAIN ke UIN: Prospek dan Tantangan: UIN Press and Prenada, 2013.

SHARE
Artikel SebelumnyaMental Pancasila
Artikel SelanjutnyaKebebasan dan Ketakutan

LEAVE A REPLY