Sayembara Video Harmoni Indonesia diselenggarakan oleh PSIK-Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Koordinator PMK  (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan FES (Fredrich Ebert Stiftung) Indonesia pada 2018. Sayembara dimaksudkan untuk mendorong dan mengolah kreasi kreator muda dalam membangun budaya harmoni Indonesia.

Karya-karya dalam sayembara ini akan menjadi pelibatan kreatif antara kelompok-kelompok muda Indonesia. Secara khusus, dari sekian banyak karya, tim juri dibentuk untuk menilai dan memilih karya-karya untuk kategori “terbaik” dan “terpopuler”

Untuk video terpopuler, dengan mempertimbangkan 10 video paling populer yang sudah dihitung jumlah like dan komen-nya, juri tidak berhasil menemukan lima video paling baik versi juri.  Mereka hanya menemukan 3 yang dianggap terbaik dari 10 video paling populer. Sementara 7 yang lain dianggap tidak memenuhi harapan dewan juri.

Berikut adalah alasan juri terhadap 7 video paling populer yang dianggap tidak memenuhi harapan:

  1. Isi video tidak konsisten dengan tema video yang seharusnya berbicara tentang harmoni dalam perbedaan. Isi yang ditampilkan justru cenderung menyudutkan kelompok tertentu atau melihat perbedaan sebagai masalah.
  2. Selain itu, juri menduga beberapa pengirim video memperbanyak like dengan cara instan. Contohnya: jumlah like lebih banyak dari jumlah tayang.

Tiga pemenang video terpopuler akan diundang ke Jakarta untuk penyerahan hadiah.

Keputusan dewan juri bersifat final terhadap hasil sayembara yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) bekerja sama dengan Kemenko PMK dan FES (Fredrich Ebert Stiftung) Indonesia.

Berikut adalah 3 video yang dianggap paling baik dari 10 video terpopuler

Membangun Harmoni Merayakan Perbedaan” karya Indigo Aditya Nugroho

Takkan Pramuka Bedakan Suku” karya Tomi Saputra

Kami?” karya Alma A’arij Vania Verda

LEAVE A REPLY