Mencintai Buku

Saudaraku, kapan terakhir kali anda membaca buku (real atau virtual) secara tekun? Kehidupan terus berkembang, tapi gaya hidup malas belajar. Masalah makin luas dan dalam, tapi pemahaman makin sempit dan dangkal. Ketidaktahuan merupakan pangkal kebencian. Manusia cenderung menyalahkan apa yang tidak diketahuinya. Kita saling membenci dan menyalahkan karena sama-sama kurang pengetahuan.

Buku adalah jendela dunia. Jika jendelamu cukup lebar, kau akan mendapatkan pencerahan.

Teknologi boleh berganti, medium baca-tulis boleh berubah, tapi budaya literasi harus terus diperkuat.

Menumbuhkan kapabilitas literasi secara fungsional merupakan prasyarat kunci untuk mengembangkan kehidupan politik dan ekonomi yang sehat dan maju.

Buku merupakan pasangan hidup yang pantas dicintai. Bila seseorang tak suka membaca buku, boleh jadi karena kurang mengenal, belum terbiasa, atau belum menemukan buku yang tepat. Bagi mereka yang sudah tumbuh cinta dengan buku, membaca setengah buku laksana love affair setengah jalan.

Singkat kata, orang boleh berada di mana pun dan memilih profesi apa pun, tapi tak boleh meninggalkan kekasih setia. Adapun kekasih setia yang senantiasa dapat memberi nasihat dan jalan keluar dari kegelapan adalah buku.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.